-->

[ADS] Top Ads

Perbedaan Profesi dan Pekerjaan Beserta Contohnya

Daftar isi [Tampil]

Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia bekerja untuk mendapatkan pendapatan. Dalam bekerja tersebut, ternyata ada juga jenis pekerjaan yang dikategorikan sebagai profesi. Berikut kita akan membahas perbedaan profesi dan pekerjaan beserta contohnya masing-masing. Tujuannya tentu agar kita bisa membedakan antara keduanya serta menghargai mereka dengan profesi tertentu.

Perbedaan Berdasarkan Pengertiannya

mengenal perbedaan profesi dan pekerjaan
mengenal perbedaan profesi dan pekerjaan

Dari pengertiannya, pekerjaan dan juga profesi juga memiliki perbedaan. Meski memang di Indonesia sendiri banyak orang awam yang masih menganggap keduanya sama. Oleh karena itu kita coba untuk mencari perbedaannya mulai dari pengertiannya hingga ciri-ciri dari keduanya.

A. Pengertian Pekerjaan

Sebelumnya kita coba pahami dahulu apa pengertian dari pekerjaan. Pekerjaan adalah kegiatan yang bisa dilakukan tanpa harus memiliki sebuah keahlian atau juga keterampilan khusus. Tujuan dari melakukan pekerjaan ini juga dilakukan untuk mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Artinya disini setiap orang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dapat melakukan pekerjaan apapun. Dengan kata lain bahwa pekerjaan adalah aktivitas utama yang pasti dilakukan oleh setiap orang. Contoh pekerjaan seperti operator, petani, nelayan, penjual di toko, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah ciri-ciri dari mereka yang melakukan pekerjaan dan bukan termasuk sebagai profesi.

  1. Pekerjaan umumnya dilakukan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Untuk melakukan pekerjaan tersebut, semua orang bisa melakukannya tanpa terkecuali
  3. Pekerjaan bisa dilakukan tanpa memerlukan ilmu atau keterampilan khusus.
  4. Umumnya pekerjaan hanya dapat menghasilkan uang dalam jumlah yang kecil.
  5. Pada umumnya pula, pekerjaan dianggap memiliki status yang cukup rendah di mata masyarakat. 

Contoh Pekerjaan

  1. Operator.
  2. Penjaga warnet.
  3. Tukang ketik di rental.
  4. Dan lain-lain.

B. Pengertian Profesi

Sedangkan pengertian dari profesi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan atas dasar keterampilan dan juga pengetahuan yang dimiliki. Dengan demikian, profesi ini tidak bisa dilakukan oleh setiap orang atau oleh sembarangan orang. Mereka yang memiliki profesi sebelumnya telah menempuh pendidikan atau pelatihan tertentu guna memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. 

Untuk mendapatkan keterampilan atau pengetahuan khusus tersebut umumnya dilakukan melalui pendidikan atau pelatihan seperti melalui perkuliahan hingga kursus singkat. Dan sebagai bukti bahwa mereka memiliki pengetahuan atau keterampilan tertentu dibuktikan dengan adanya sertifikat, ijazah atau ijin untuk bekerja dalam profesi tersebut. 

Dalam sudut pandang lain, mereka yang memiliki profesi dikenal juga sebagai tenaga kerja profesional. Mereka menyediakan layanan berdasarkan aturan dan juga ilmu yang dikuasainya. Perbedaan lainnya dalam hal pendapatan, tenaga kerja profesional ini nantinya akan menerima upah sesuai dengan keterampilan dan juga layanan yang diberikan.

Ciri-Ciri Profesi

  1. Menguasai keterampilan, pengetahuan, atau keahlian khusus yang didapatnya dari pelatihan, pendidikan, dan pengalamannya selama bertahun-tahun.
  2. Profesi memiliki status yang tinggi di kehidupan masyarakat.
  3. Pada umumnya, akan menerima gaji/menghasilkan uang yang banyak.

Contoh Profesi

  1. Programmer
  2. IT Support
  3. AutoCAD Drafter
  4. Sales
  5. IT HelpDesk
  6. Web Developer
  7. Web Designer
  8. Web Chief Editor
  9. Python Developer
  10. Graphic Designer
  11. Java Developer
  12. Android Developer
  13. Dan lain-lain

Dengan kata lain profesi mungkin bisa dikatakan menjadi salah satu pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan bisa dianggap sebagai profesi. Sama halnya dengan pekerjaan, profesi juga memiliki karakteristik atau ciri khusus yang membedakannya dengan pekerjaan. Berikut ulasan mengenai karakteristik tersebut.

1. Telah melalui Ujian Kompetensi

Profesi dianggap sebagai seseorang yang profesional dalam bidangnya, oleh karena itu untuk dapat menjalankan profesi tersebut seseorang harus lulus dalam uji kompetensi. Melalui ujian atau tersebut, dapat disimpulkan apakah seseorang mampu atau layak dalam menjalankan profesi di bidang tertentu atau tidak.

2. Memiliki Kode Etik Dalam Menjalankan Profesinya

Sebagai seorang profesional, dalam menjalankan tugas profesinya juga dibatasi oleh kode etik tertentu. Hal ini bertujuan agar dalam menjalankan tugasnya seseorang tidak berlaku sewenang-wenang atau memanfaatkan profesinya. Kode etik mungkin saja berbeda dengan profesi masing-masing, seperti kode etik guru, dokter, jurnalis dan lainnya.

3. Memiliki Keterampilan dan Pengetahuan Khusus

Mereka yang bekerja dan memiliki profesi tertentu memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus sesuai dengan bidangnya. Artinya profesi tersebut bukanlah orang yang serba bisa dan serba tahu. Mereka yang memiliki profesi telah menempuh jalur pendidikan dan juga mungkin pelatihan yang panjang. Tidak heran jika mereka yang punya profesi memiliki pendidikan tinggi.

4. Umumnya Bekerja Untuk Kepentingan Umum

Beberapa profesi juga umumnya dikaitkan dengan kepentingan umum. Artinya mereka bekerja untuk kepentingan umum. Seperti contohnya profesi guru yang bekerja untuk mendidik generasi penerus bangsa, dokter yang bekerja untuk membantu dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat, hingga profesi lain seperti polisi maupun pengacara.

5. Memiliki Lisensi

Karena profesi dianggap sebagai pekerjaan profesional yang tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang dan telah menempuh pendidikan atau pelatihan khusus, maka mereka yang memiliki profesi juga memiliki lisensi pekerjaan dalam bidangnya. Lisensi ini digunakan sebagai bukti bahwa seseorang memang berkompeten dalam bidangnya tersebut.

6. Memiliki Otonomi Kerja Sendiri

Mereka yang memiliki profesi memiliki otonomi kerja sendiri. Artinya mereka bekerja berdasarkan teori yang telah disepakati bersama dan telah mereka kuasai selama pendidikan atau pelatihannya sehingga langkah yang mereka ambil tidak terpengaruh dengan lingkungan sekitar. 

7. Tergabung Dalam Asosiasi Resmi

Mereka yang memiliki profesi juga umumnya tergabung dalam asosiasi resmi yang juga diakui oleh pemerintah. Asosiasi tersebut juga bertugas untuk mengatur anggotanya termasuk juga menjaga agar kode etik yang telah disepakati terus dilaksanakan. Beberapa contoh asosiasi profesi adalah seperti PGRI untuk guru, IDI untuk Dokter dan lain sebagainya.

Itulah ulasan mengenai perbedaan profesi dan pekerjaan beserta contoh pekerjaannya masing-masing. Meskipun berbeda, namun bukan berarti pekerjaan sama sekali bukan kegiatan yang tidak terhormat. Selama pekerjaan tersebut halal dan tidak melanggar hukum, maka pekerjaan tersebut baik adanya. Dan mereka yang memiliki profesi pun juga wajib untuk menjunjung tinggi kode etiknya.

Semoga artikel mengenai perbedaan profesi dan pekerjaan beserta contohnya masing-masing dari Doleland.com ini dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat.

Post a Comment

[ADS] Bottom Ads

Copyright ©

DOLELAND.COM